Sejarah Konferensi Asia-Afrika dan Juga Dampaknya

sejarah konferensi asia-afrika

Negara Indonesia sejak pada tanggal 24 April 1955 telah menjadi catatan sejarah karena adanya konferensi Asia-Afrika. Bandung adalah salah satu tempat mengadakan perkumpulan besar tersebut.

Tujuan dari KAA tentu saja ingin menjunjung tinggi perdamaian dan menolak penjajahan. Namun selian itu masih banyak ulasan menarik lainnya terkait sejarah Konferensi Asia-Afrika.

Latar Belakang Terjadinya Konferensi Asia-Afrika

Pada tahun 1945 telah berakhir perang dunia ke 2 dan berbagai negara telah mencetuskan kemerdekaan atas hak negaranya. Indonesia merupakan negara yang memproklamasikan bahwa telah merdeka, kemudian Filipina, Vietnam, India dan Pakistan.

Akan tetapi tidak semua negara di Asia dan Afrika mengalami masa kemerdekaan karena masih mengalami masa penjajahan kolonialisme. Kemudian kekuatan besar antara Amerika dan Uni Soviet masih menyelimuti ketakutan dari berbagai pihak sebab terjadi konflik panjang antara keduanya.

Lalu menuju tahun 1954 terjadi konferensi Kolombo yang dihadiri dari Indonesia, Burma, Pakistan dan India. Pada waktu itu presiden Soekarno menyuruh perdana menteri Ali Sastroamidjojo saat menghadiri acara itu untuk menyampaikan rencana mengadakan pertemuan negara Asia-Afrika.

Tujuan Bergelarnya Konferensi Asia-Afrika (KAA)

Memang dalam mengadakan pertemuan besar-besaran antara benua Asia dan Afika tersebut mempunyai berbagai tujuan. Seperti halnya melakukan pembahasan tentang berbagai bentuk hubungan mulai dari segi perekonomian sampai kepada kebudayaan masing-masing negara terkait.

Kemudian tidak lepas juga pertemuan tersebut menjadi sarana, agar kedua benua Asia dan Afrika bisa menjalani kehidupan secara rukun serta menjaga kestabilan perdamaian pada masing-masing negara. Dengan demikian akan tercipta sebuah sistem kerjasama demi kemakmuran bersama.

Tujuan konferensi tersebut juga untuk membentuk sistem perpolitikan supaya mereka bisa melakukan perlawanan terhadap kapitalisme kaum asing. Dengan metode seperti itu, maka memudahkan dalam mencegah terjadinya penjajahan dari negara-negara lain.

Antusias Negara Mengikuti Konferensi Asia-Afrika

Ketika ide presiden Soekarno mengadakan Konferensi Asia-Afrika (KAA) memberikan dampak positif, maka banyak sekali antusias berbagai negara menghadiri acara tersebut. Seperti halnya Afganistan, Burma, Arab Saudi, Sri Lanka, China, Filipina, Ethiopia, India, Indonesia, Iran.

Kemudian Irak, Jepang, Laos, Kamboja, Lebanon, Libya, Liberia, Nepal, Mesir, Sudan, Pakistan, Suriah, Turki, Thailand, Vietnam, Vietnam Selatan, Yordania dan terakhir Yaman. Jumlah nya sekitar 29 negara yang sangat antusias mengikuti konferensi benua Asia-Afrika (KAA).

Dari banyaknya jumlah negara yang berkumpul itu, menandakan bahwa semuanya menginginkan hal terbaik untuk bangsanya. Sebab mereka yang dulunya mengalami penjajahan berat, ingin bersatu agar perkara mengerikan pada masa lampau tidak akan terulang kembali.

Para Tokoh Pelopor Terjadinya Konferensi Asia-Afrika

Perkumpulan besar-besaran dari berbagai pemimpin penjuru negeri tersebut tidak lepas dari peran beberapa tokoh besar. Lantaran merekalah acara tersebut banyak yang mengikuti bahkan dengan semangat demi tercipta kedamaian.

Ada setidaknya sekitar lima tokoh yang menjadikan acara ini berjalan. Mereka adalah Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Mohammad Ali Bogra (Pakistan), Jawaharlal Nehru (India), Sir John Kotelawala (Ceylon) dan U Nu (Burma). Semuanya merupakan perdana menteri di negara itu.

Kemudian dari tokoh besar itulah menjadikan semua negara dari berbagai belahan benua Asia sampai Afrika semakin bersemangat. Sebab persatuan serta perdamaian antara mereka akan membantu mencegah terjadinya penjajahan.

Apa saja Dampak dari Konferensi Asia-Afrika?

Setiap negara yang mengikuti konferensi Asia-Afrika menjadi berkobar semangatnya demi memperjuangkan kedaulatan masing-masing bangsanya. Sebab masa itu sangat ekstra dalam memperjuangkan hak untuk merdeka.

Kemudian perkumpulan ini memberikan dampak yang positif bagi setiap negara dalam meningkatkan semangat solidaritas. Dengan demikian ketika terjadi suatu permasalahan, mereka saling bantu membantu menyelesaikannya.

Selain itu dengan adanya konferensi Asia-Afrika juga menjadi sarana penengah kedua belah pihak Bangsa Amerika dan Uni Soviet. Sehingga konflik diantara mereka bisa berkurang serta mencegah terjadinya peperangan secara terbuka.

Penutup

Demikian tadi beberapa penjelasan tentang sejarah Konferensi Asia-Afrika yang merupakan pertemuan beberapa negara di dunia. Semoga pembahasan tersebut dapat memberikan pelajaran dan pengetahuan tentang sejarah serta menambah wawasan dalam informasi sejarah.

Posting Komentar untuk "Sejarah Konferensi Asia-Afrika dan Juga Dampaknya"