Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Langkah - Langkah dalam Penelitian Sejarah : Pemilihan Topik dan Heuristik (Pengumpulan Sumber)

langkah penelitian sejarah

Sejarah adalah pengetahuan tentang proses rekonstruksi masa lampau. Untuk dapat merekonstruksi masa lampau menjadi sebuah karya sejarah yang menarik dan ilmiah, diperlukan sebuah cara kerja atau langkah-langkah penelitian yang lazim atai disebut dengan metode ilmiah.

Pada hakikatnya, ilmu sejarah memiliki metode tersendiri dalam upaya mengungkap dan merekonstruksi masa lampau menjadi sebuah karya sejarah yang objektif, ilmiah, dan dapat dipercaya. Metode tersebut dalam penelitian sejarah disebut metode sejarah (Historical method).

Langkah-Langkah dalam Penelitian Sejarah

Menurut Louis Gottschalk, metode sejarah adalah proses menguji dan menganalisis secara kritis rekaman dan peninggalan masa lampau. Metode berarti cara, jalan, atau petunjuk pelaksanaan atau petunjuk teknis. Metode berbeda dengan metodologi, sebab metodologi adalah science of methods, yaitu ilmu yang membicarakan jalan untuk memperoleh suatu pengetahuan.

Adapun yang dimaksud dengan penelitian adalah penyelidikan yang seksama dan teliti terhadap suatu masalah, untuk mendukung atau menolak suatu teori atau untuk mendapatkan kebenaran.

Oleh karena itu, metode sejarah dalam pengertian umum adalah suatu penyelidikan atas suatu masalah dengan menerapkan jalan pemecahannya dari perspektif historis.

Menurut Gilbert J. Garraghan (1975) metode penelitian sejarah adalah seperangkat aturan atau prinsip sistematis untuk mengumpulkan sumber-sumber sejarah secara efektif, menilainya secara kritis dan mengajukan sintesis dari hal-hal yang dicapai dalam bentuk tertulis.

Pemilihan Topik

Topik atau judul penelitian adalah masalah atau objek yang harus dipecahkan melalui penelitian. Topik atau judul penelitian yang dipilih adalah peristiwa-peristiwa yang mempunyai arti penting (significant), yakni yang ikut menentukan jalannya sejarah saja yang menjadi perhatian sejarawan.

Artinya, dalam pemilihan topik atau juduk penelitian harus orisinal sehingga terhindar dari tumpang tindih atau kesamaan penelitian yang dilakukan sejarawan lain sehingga mampu menghasilkan pembuktian atau interpretasi baru terhadap peristiwa sejarah.

Topik penelitian yang dipilih haruslah mudah dijangkau, memiliki signifikansi antara fakta dan argumentasi dan memiliki validitas sumber, fakta, dan argumentasi.

Topik yang dipilih harus memiliki kesatuan ide dengan nilai, orisinalitas, dan kepraktisan dalam proses pemilihan topik. Unsur penelitian yang memadai, sejarawan harus memiliki kedekatan emosional dan intelektual terhadap tema yang dipilih.

Kedekatan intelektual akan membantu sejarawan menganalisis objek sejarah dengan memeanfaatkan sebanyak mungkin teori ilmu sosial yang ada. Kedekatan emosional akan membantu sejarah untuk melakukan penelitian secara maksimal.

pemilihan topik
sejarahpedia.com

Dalam sebuah judul penelitian sejarah, biasanya terdiri dari masalah, objek atau topik penelitian, subjek, lokasi atau daerah penelitian, tahun atau waktu terjadinya peristiwa, dan kadang disebutkan pula metode penelitian. Menurut Louis Gottschalk, ketika memilih objek penelitian, seorang sejarawan pemula dapat berpedoman pada empat perangkat pertanyaan.

Pertama, perangkat pertanyaan yang bersifat geografis (di mana?). Kedua, pertanyaan yang bersifat biografis (siapa?). Ketiga, perangkat pertanyaan yang bersifat kronologis (kapan/bagaimana?). Keempat, perangkat pertanyaan yang bersifat fungsional atau okupasional (apa atau lingkungan manusia mana yang paling menarik?).

Keempat pertanyaan itu akan mengarahkan sejarawan pada batas-batas penelitian sejarahnya. Hal ini dapat dilihat dari jawaban atas keempat pertanyaan tersebut. Contoh penyajian historiografi adalah karya Sartono Kartodirdjo : Pemberontakan Petani Banten 1888. Rinciannya adalah :

  1. Objeknya adalah pemberontakan
  2. Subjeknya Petani
  3. Lokasinya di Pulau Jawa khususnya di Banten
  4. Tahun atau waktu terjadinya peristiwa yaitu tahun 1888

Contoh lainnya adalah karya Harry J. Benda dengan judul Islam di Indonesia dalam Masa Pendudukan Jepang. Rinciannya adalah :

  1. Objeknya ialah kehidupan politik atau perkembangan peran
  2. Subjeknya adalah umat Islam dan pemerintahan Jepang
  3. Lokasinya di Indonesia khususnya di Pulau Jawa
  4. Tahun atau waktu terjadinya peristiwa yaitu pada masa penduudkan Jepang atau bisa juga menyebut dengan penentuan angka tahun, 1942-1945

Itulah tadi kedua contoh dari penulisan sejarah karya Sartono Kartodirdjo dan Harry J. Benda. Adapun contoh lain dari penulisan sejarah dapat dilihat pada Perkembangan Penulisan Sejarah di Indonesia, serta Pengertian Historiografi Kolonian dan Historiografi Nasional.

Heuristik (Pengumpulan Sumber)

Peristiwa sejarah merupakan jejak-jejak peninggalan masa lampau yang dapat dijadikan sumber sejarah. Untuk menyusun sebuah kisah sejarah yang menarik dan objektif diperlukan pencarian sumber-sumber sejarah yang memadai, kredibel, dan variatif. Kegiatan mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah disebut dengan heuristik.

Namun, agar sumber-sumber sejarah yang sangat beragam tersebut tidak menyulitkan sejarawan maka perlu diklasifikasikan agar lebih memudahkan dalam menggunakannya. Berdasarkan jenisnya, sumber sejarah terdiri atas :

  • Benda-benda peninggalan, seperti bangunan, perkakas, dan artefak
  • Sumber tertulis, berupa dokumen-dokumen dan arsip
  • Sumber lisan berupa hasil wawancara

Berdasarkan urutan penyampaiannya, sumber-sumber sejarah dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sumber primer, sekunder, dan tersier. Sumber primer adalah sumber yang keterangannya diperoleh secara langsung oleh orang yang menyaksikan peristiwa sejarah. Sumber sekunder merupakan sumber yang keterangannya diperoleh oleh penulis dari orang lain atau seumber lain.

Adapun sumber tersier adalah buku-buku sejarah yang disusun berdasarkan laporan penelitian ahli sejarah. Sudah menjadi kaidah dalam penelitian sejarah bahwa makin banyak sumber primer ditemukan maka makin tinggi kadar kredibilitas sebuah tulisan sejarah.

Oleh karena itu, seorang sejarawan dituntut untuk menemukan sumber-sumber primer dalam penelitiannya. Kredibilitas sumber, baik tulis maupun lisan pada prinsipnya dapat diakui apabila semuanya sahih.

Dengan kata lain, segi positifnya ditentukan oleh keadaan sumber yang ultimate atau saksi primer yang mampu dan berkeinginan menceritakan kebenaran, atau saksi primer dengan akurat melaporkan secara terperinci mengenai hal-hal yang sedang diteliti.

Penutup

Demikianlah pembahasan mengenai langkah-langkah dalam penelitian sejarah. Semoga pembahasan tersebut dapat memberikan pelajaran dan pengetahuan tentang sejarah serta menambah wawasan dalam informasi sejarah.

1 komentar untuk "Langkah - Langkah dalam Penelitian Sejarah : Pemilihan Topik dan Heuristik (Pengumpulan Sumber)"

  1. Alhamdulillah, terimakasih sangat bermanfaat untuk memulai langkah awal dalam melakukan penelitian sejarah

    BalasHapus