Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Sejarah Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah

sejarah museum sangiran

Sejarah Museum Sangiran berawal dari ketetapan pemerintah setelah mendapat perhatian UNESCO, sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia (tepatnya tahun 1996). Tempat tersebut menampilkan benda-benda arkeolog serta fosil manusia purba dikawasan Jawa Tengah.

Sejarah Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah

Awal mula berdirinya Museum Sangiran tidak lepas dari adanya sejarah kawasan tersebut yang menjadi tempat penggalian situs purbakala. Sejak tahun 1883, seorang pemerintah kolonial mengirim ahli arkeologi untuk melakukan persiapan penggaliannya.

Penggalian pertama bersama pimpinan Eugene Dubois yang merupakan asal mula Museum Sangiran ternyata tidak menemukan fosil yang menarik. Hingga pencarian tersebut sampai ke daerah Jawa Timur dan berhasil memperoleh fosil-fosil lebih signifikan dari sebelumnya.

Pada tahun 1934, Gustav Heinrich Ralph Van Koenigswald (seorang antropologis) mulai memeriksa area Sangiran dan berhasil menemukan manusia Pithecanthropus Erectus atau Java Man. Hingga beberapa waktu berlalu ia mendapat temuan sebanyak 60 fosil lainnya.

Seiring berjalannya waktu, hasil temuan fosil bertambah banyak. Pada tahun 1977, pemerintah Indonesia menetapkan area Sangiran menjadi situs purbakala atau daerah Cagar Budaya. Selain itu, sejak 1966 UNESCO menganggap tempat ini sebagai Warisan Budaya Dunia.

Museum Sangiran Sebagai Objek Wisata Edukasi

Museum Sangiran menjadi salah satu objek wisata edukasi yang menarik dan banyak perhatian wisatawan. Terletak di Kabupaten Sragen, area Gunung Lawu, Jawa Tengah. Sekitar 17 km dari Kota Solo jika Anda hendak mengunjungi kawasan ini.

Bangunan Museum Sangiran memiliki luas mencapai 56 km2. Wilayahnya meliputi tiga kecamatan dari Kabupaten Sragen, di antaranya Kecamatan Gemolong, Plupuh, Kalijambe, dan Kab. Karangayar, yaitu Kec. Gondangrejo.

Kehadiran Museum Sangiran ini sangat mengedukasi wisatawan. Memberikan gambaran mengenai beberapa manusia purba dengan bukti fosil-fosilnya yang lengkap. Anda bisa mengunjunginya untuk keperluan penelitian ilmu antropolog, arkeolog, biologi, dan lainnya.

Tempat ini sangat terkenal dengan koleksinya paling lengkap di Jawa. Hal tersebut berdasarkan sejarah Museum Sangiran dari ahli antropologi. Ia menemukan banyak temuan fosil manusia purba dan menjadi pelengkap etalase permuseuman Indonesia.

Koleksi-koleksi Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah

contoh museum sangiran

Museum Sangiran menyuguhkan beberapa koleksi fosil-fosil arkeolog yang sangat menarik dan lengkap. Ketika mengunjunginya, Anda tidak hanya akan melihat fosil makhluk prasejarah, melainkan juga alat bantu mereka saat bertahan hidup. Berikut pemaparannya:

1. Temuan Fosil Manusia Purba

Berdasarkan hasil temuan ahli antropologi dari sejarah Museum Sangiran, Sragen, tempat ini memamerkan beberapa fosil manusia purbakala yang sangat lengkap. Bahkan, di sana ada jenis primata paling purba, yaitu Ramapithecus dengan tinggi tidak lebih 1 mater.

Selain Ramapithecus, terdapat jenis koleksi manusia purba lainnya seperti Australopithecus Bolsei yang merupakan jenis primata paling kekar. Selanjutnya ada Pithecanthropus Robustus, Meganthropus Paleojavanicus, Homo Erectus, dan masih banyak lagi.

2. Fosil Binatang Air

Koleksi dari Museum Sangiran selanjutnya adalah temuan fosil binatang air atau fauna akuatik yang relatif banyak dan lengkap. Jumlahnya tidak kurang sekitar 6000 fosil-fosil moluska, di antaranya kura-kura, penyu, jenis ikan dan juga reptil.

Ada dua jenis reptil buaya predator, yaitu Crocodylus, dan Gavialus. Selain itu, juga terdapat jenis-jenis kuda nil yang pernah hidup di daerah Sangiran, seperti Hippopotamus dan Hexatoprodon serta jenis-jenis binatang air lainnya.

3. Alat-alat atau Artefak Batu

Ada beberapa koleksi dari penemuan alat-alat batu, seperti kapak persegi, serut, serpih, gardi, bilan, kapak perimbas-penetak, dan lain sebagainya. Artefak tersebutlah yang dulunya mendukung kehidupan serta kebutuhan manusia purba.

Secara morfologi, alat-alat batu tersebut memiliki sifat non massif dengan berbagai variasi bentuk, seperti segitiga, persegi panjang, segilima, trapesium, bundar, bujur sangkar, serta tidak beraturan. Ukurannya masing-masing berkisar dari 1 – 7 cm.

4. Batuan-batuan Langka

Koleksi hasil temuan arkeolog dari Museum Sangiran selanjutnya adalah bebatuan. Adanya batuan-batuan langka yang ada pada tempat tersebut di antaranya Meteroit, Taktit, Kalesdone, Ametis, Diatome, Agate, dan lain sebagainya. 

Museum Sangiran memperagakan koleksi batuan-batuan berdasarkan pengelompokan lokasi serta peta geologi dari lokasi batuan tersebut berasal. Hal tersebut tentu memudahkan Anda bersama wisatawan lain untuk mengenali jenis-jenisnya ketika berkunjung kesana.

5. Berbagai Fosil Mamalia

Museum Purbakala Sangiran juga mengoleksi berbgai temuan dari fosil hewan mamalia. Hewan-hewan tersebut di antaranya gajah purba dengan sebutan Elephas Namadicus, Mastodon Sp, dan juga Stegodon Trigonocephalus.

Ada juga fosil mamalia lain seperti kerbau (Bubalus Palaeokarabau), kucing (Felis Palaeojavanica), badak (Rhinoceros Sondaicus), sapi (Familia Bovidae), babi (Sus Sp), rusa (Cervus Sp), dan juga jenis hewan-hewan purbakala yang lainnya.

Berapa Harga Tiket Masuk Ke Museum Sangiran Sragen?

Menikmati berbagai fasilitas yang ada pada Museum Sangiran, Sragen sangatlah mudah. Anda cukup melakukan dua pembayaran, yaitu tiket masuk ke kawasan luar, dan juga area dalam. Biayanya pun sangat terjangkau berturut-turut Rp. 3500 serta tambahan Rp. 1500.

Berbeda dengan wisatawan domestik, touris asing mendapat tagihan tiket masuk sebesar Rp. 7500. Museum Sangiran, Sragen memiliki jam buka mulai pukul delapan pagi hingga empat sore dari hari selasa sampai minggu. Anda bisa mencatat dan mengingat jadwalnya.

Apabila para wisatawan berniat ingin mengunjungi Museum Sangiran pada hari senin, Anda bisa hunting melalui penginapan hotel sebagai tempat tinggal sementara dan melanjutkan perjalanan untuk hari berikutnya.

Bagi para pelajar atau mahasiswa, Anda bisa menjdikan Museum Sangiran dan sangat cocok sebagai wisata edukasi atau objek penelitain. Hubungi nomor telepon bersangkutan untuk mendapatkan izin terlebih dahulu.

Penutup

Demikian informasi mengenai sejarah Museum Sangiran, Sragen Jawa Tengah. Keberadaannya menjadi sangat berguna bagi Anda dan para wisatawan lain dalam mempelajari kehidupan pada masa prasejarah.

Semoga pembahasan tersebut dapat memberikan pelajaran dan pengetahuan tentang sejarah serta menambah wawasan dalam informasi sejarah.

Posting Komentar untuk "Mengenal Sejarah Museum Sangiran, Sragen, Jawa Tengah"